Senin, Juni 08, 2009

PENGEN BELI HANDPHONE

Aku dah lama pengen punya handphone sendiri.
Papa pernah sih ngasih HP punya papa. Merknya LG.
Tapi aku gak mau make. Habis baterenya cepet drop.
Made yang kebetulan HPnya LG juga, pernah ganti batere juga, tapi cepet drop juga. Jadi karena itu papa nggak mau beli batere baru untuk LG, maka batere originalnya harganya 150rb. Juga, nggak ada batere palsunya kayak Nokia yang ada di mana-mana.

Tabunganku sendiri kemarin ada125 ribu. Papa bilang supaya aku realistis. Boleh aja sih pengen punya HP yang ada MP3, bluetooth, Infra Red, kamera, dan sebagainya, tapi itu nggak realistis. Aku tanya kenapa nggak relistis? Soalnya ngumpulin uang sebanyak itu untuk anak SD sebesar aku juga akan sampai kapan terkumpul? Juga kalau terkumpul segitu papa sama mama pasti juga nggak mengizinkan aku untuk membeli HP semewah itu. Kebayang kan kalau hilang, siapa juga yang nangis. Pasti aku dan mama yang paling nangis. Papa sih bilang kalau hilang, papa sih akan dengan rela, karena papa punya prinsip semua benda itu ada umurnya. Jadi kalau HP hilang, mungkin umur HP itu di tangan kita memang pendek. Belum lagi di kelasku ada orang iseng - yang sampai sekarang aku nggak tau siapa - suka mencuri, dan kayaknya sentimen sama aku sampai barang kepunyaanku sering diisengin. Kebayang kan kalau punya HP terus diilangin sama seseorang?

Papa juga memahamkan bahwa fungsi utama HP adalah untuk berkomunikasi. Telepon dan SMS. Juga, kalau aku punya HP bukan berarti aku bisa bebas bertelepon dengan teman-temanku, karena telpon juga memakai pulsa. kalau aku punya HP, pasti juga akan dijatah pulsanya. Mungkin 10rb per minggu kata papa.

Juga, kalau aku punya HP, fungsi utamanya adalah agar papa dan mama bisa menghubungi aku kalau ada apa-apa. Jadi papa memahamkan aku tentang fungsi HP , bukan untuk gaya-gayaan.

Ayah juga bilang nggak tau diri sama teman aku yang punya HP dua. Kecuali orang dewasa, dan punya bisnis. HP lebih dari satu gunanya untuk menghubungi rekan bisnis, dan HP lainnya untuk menghubungi keluarga.

Jadi aku mengerti, kalau aku pengen blackberry, kayaknya keterlaluan deh. Kalaupun ada, pasti yang pake ayah dulu. Ayah bilang, ayah males beli blackberry, soalnya, kalau beli pasti aku pinjam melulu untuk main game atau fesbukan. Dengan tenangnya aku bilang sama papa, makanya belinya satu-satu biar nggak pinjem-pinjeman. Aku dan ayah ketawa ngakak...... :D

DUNIAMU"," DUNIA MEREKA "-" SEMUA MASIH SATU DUNIA

Dunia itu luas
Tak sesempit duniamu

Kadang kau harus melihat
dari luar kacamatamu

Meski kadang terasa
Duniamu telah begitu luas
Dunia masih lebih luas
daripada duniamu

Begitu banyak buku yang kau baca
Masih banyak pelajaran yang harus dalami
Buku dunia, pelajaran kehidupan

Bukalah sepatumu
Gantilah dengan sandal yang hampir kau buang
Bukalah bajumu
Kenakan kaos yang hampir kau jadikan lap

Pergilah ke pemukiman
Tempat orang tidur dalam bedeng
Rasakan nyenyak tidur mereka
Bersama gigitan serangga

Pergilah ke warteg
Belilah seporsi makan siang
Makanlah bersama
Tukang becak, sopir, dan kuli bangunan
Rasakan kerasnya nasi
lembeknya sayur
Minum rebusan air PAM
Panasnya hawa
dan aroma badan pengunjung yang ada

Pergilah ke pinggir kali
Tempat orang membuang hajat
Tempat ibu mencuci baju
Tempat orang membuang sampah
Tempat penjaja makanan entah apa

Datanglah saat terik
Datanglah saat petang
Rasakan kehidupan yang sesungguhnya

Dengan demikian kau dapat berkata
Dunia ini tidak hanya seperti duniamu

Minggu, Juni 07, 2009

GURU, Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Guruku;
Berkat jasamu ku bisa membaca dan menulis
Kau berikan ilmu dan pengalaman pada kami
Tanpa lelah kau mendidik dan mengajar kami

Engkau membimbingku tuk meraih cita-cita
Cita-cita yang t’lah lama ingin ku gapai
Sepenuh harapan, setinggi bintang di langit

Tanpa mengenal imbalan jasa
Engkau teladan bagi kami di sini
Engkau mengajar kami dengan tulus dan ikhlas

Kau bagai mentari yang menyinari pagi
Kau bagai rembulan penerang malam gulita
Tanpamu kami tak tahu apa itu pelajaran

Walau hari-hari t’lah terlewati
Bulan pun t’ah berganti
Di sekolah ini, kau bimbing kami tanpa keluh kesahmu

Kau pahlawan sejati bagi kami
Jasamu tiada terhingga
Dirimu tak kan kami lupakan
Terima kasih, Guruku