Seminggu Naura masuk rumah sakit, gantian aku tanggal 9 Januari masuk rumah sakit. Tadinya papa pikir aku ketularan Naura yang kena cacar api (lihat di http://naurafg.wordpress.com) karena di lipat pahaku ada luka yang agak mirip waktu awal Naura sakit. Tapi ternyata setelah diperiksa cuma eksim saja.
Dari tanggal 30 Desember 2008 demam. Naik terus turun, naik lagi. Begitu terus. Akhirnya waktu Papa lihat luka itu, papa langsung bawa aku ke RS. Sudah diobati, tapi kok panasnya nggak turun.
Jadi pas tanggal 9 Januari itu aku diperiksa ulang dan diputuskan untuk rawat inap. Tadinya aku nggak mau. Tapi Papa maksa, soalnya kalau nggak dituntaskan bisa bahaya. Lagian kita masih nggak tau kenapa panasnya nggak turun-turun.
Akhirnya aku mau, tapi dengan syarat nggak mau disuntik. Papa bilang iya aja. Tapi nyatanya aku diinfus :-( Aku juga diambil darah beberapa kali. Lihat saja foto-fotoku. Banyak bekas perban bekas suntikan.
Karena hari ini, 12 Januari katanya Laju Endap Darahku (LED) masih 119 (normalnya cuma 10!!!) - yang berarti ada infeksi di tubuhku, dokter memutuskan serangkaian tindakan untuk mencari penyebab infeksinya di mana.
Aku diUSG (ultrasonografi) untuk melihat apa ada luka di perut/hati/ginjal/paru ku. 3 jam aku harus puasa. Laper banget. Padahal puasanya melewati jam makan siang :-( Setelah dicek, ternyata nggak ada apa-apa. Berarti kabar baik dan kabar buruk. Kabar baiknya di perutku nggak ada masalah apa-apa. Kabar buruknya dokter masih harus mencari apa penyebab infeksinya.
Besok, tenggorokanku mau diambil lendirnya. Nanti malam dari jam 00:00 sampai saat pengambilan lendir, aku harus puasa. Dokter menduganya ada virus Streptococcus yang ngendon di tenggorokanku.
Katanya virus ini doyan juga menyerang katup jantung, ginjal, atau sendi. Nah, karena sendi lutut kananku sakit sekali, dokter jadi tambah yakin. Entah bener entah nggak, mudah-mudahan penyebab infeksiku cepat diketahui supaya pengobatannya bisa dengan jelas dilakukan.
Senin, Januari 12, 2009
Langganan:
Komentar (Atom)